Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo
mulai melakukan pembangunan lima pasar rakyat. Kelima pasar tersebut
adalah Pasar Kebon Bawang di Jakarta Utara, Pasar Kampung Duri di
Jakarta Barat, Pasar Manggis dan Pasar Pesanggrahan di Jakarta Selatan
serta Pasar Nangka Bungur di Jakarta Pusat.
"Pasar rakyat ini dibangun agar pedagang mendapat tempat yang layak. Selama ini memang kondisi ke lima pasar tersebut sudah usang," ujar dia dalam peresmian Pasar Manggis, Jakarta Selatan (6/11).
Menurut Jokowi, kondisi ini memaksa para pedagang meninggalkan lapak mereka di dalam pasar dan memilih berjualan di luar. Sedangkan dari sisi promosi kondisi pasar yang jelek pun tidak mendukung.
Dia juga menuturkan program revitalisasi pasar ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup para pedagang. Menurut dia, dengan membenahi pasar maka akan menarik pembeli datang.
Jokowi memastikan pedagang lama yang saat ini sedang dipindah ke lokasi penampungan menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta untuk masuk ke penampungan. Selain itu, dia mengaku para pedagang tidak akan kesulitan karena harga sewa di lima pasar tersebut sangat murah. "Sewanya murah jadi tidak memberatkan," kata dia.
Kepala PD Pasar Djaya Djangga Lubis mengatakan biaya pembangunan lima pasar ini menelan dana mencapai Rp 50 miliar. Menurut Djangga, kelima pasar ini diprioritaskan karena lokasinya strategis.
Teknisnya, pasar tersebut akan dibangun dua lantai. Setiap pasar akan ditempati sekitar 108 pedagang. Djangga menargetkan pertengahan tahun depan sudah bisa ditempati pedagang.
Meski begitu, saat ini belum semua pasar direhab bersamaan. Ada tiga pasar yaitu Pasar Nangka Bungur, Pasar Pesanggrahan, dan Pasar Kampung Duri yang masih dalam tahap memindahkan pedagang ke lokasi sementara.
Menurut Djangga, pedagang-pedagang tersebut bebas sewa lapak, hanya dikenakan biaya listrik, air, dan kebersihan. "Tapi konsekuensinya pedagang dilarang menyewakan atau menjual lapaknya ke orang lain," kata Djangga.
"Pasar rakyat ini dibangun agar pedagang mendapat tempat yang layak. Selama ini memang kondisi ke lima pasar tersebut sudah usang," ujar dia dalam peresmian Pasar Manggis, Jakarta Selatan (6/11).
Menurut Jokowi, kondisi ini memaksa para pedagang meninggalkan lapak mereka di dalam pasar dan memilih berjualan di luar. Sedangkan dari sisi promosi kondisi pasar yang jelek pun tidak mendukung.
Dia juga menuturkan program revitalisasi pasar ini bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup para pedagang. Menurut dia, dengan membenahi pasar maka akan menarik pembeli datang.
Jokowi memastikan pedagang lama yang saat ini sedang dipindah ke lokasi penampungan menjadi prioritas Pemprov DKI Jakarta untuk masuk ke penampungan. Selain itu, dia mengaku para pedagang tidak akan kesulitan karena harga sewa di lima pasar tersebut sangat murah. "Sewanya murah jadi tidak memberatkan," kata dia.
Kepala PD Pasar Djaya Djangga Lubis mengatakan biaya pembangunan lima pasar ini menelan dana mencapai Rp 50 miliar. Menurut Djangga, kelima pasar ini diprioritaskan karena lokasinya strategis.
Teknisnya, pasar tersebut akan dibangun dua lantai. Setiap pasar akan ditempati sekitar 108 pedagang. Djangga menargetkan pertengahan tahun depan sudah bisa ditempati pedagang.
Meski begitu, saat ini belum semua pasar direhab bersamaan. Ada tiga pasar yaitu Pasar Nangka Bungur, Pasar Pesanggrahan, dan Pasar Kampung Duri yang masih dalam tahap memindahkan pedagang ke lokasi sementara.
Menurut Djangga, pedagang-pedagang tersebut bebas sewa lapak, hanya dikenakan biaya listrik, air, dan kebersihan. "Tapi konsekuensinya pedagang dilarang menyewakan atau menjual lapaknya ke orang lain," kata Djangga.
#SUMBER:Merdeka.com

Tidak ada komentar:
Posting Komentar